Loading...
Showing posts with label Pakan Lele. Show all posts
Showing posts with label Pakan Lele. Show all posts

Proses Awal Budidaya Ikan lele Sampai Dapat Panen Yang Maksimal

September 30, 2017 Add Comment

Cara Beternak Ikan Lele - Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.


Proses Awal Budidaya Ikan lele Sampai Dapat Panen Yang Maksimal

Pembenihan Ikan Lele

Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

Sistem Budidaya.

Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :

1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.

2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

Tahap Proses Budidaya Lele

A. Pembuatan Kolam.

Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.

Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.

Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk

Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan.

Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
- Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
- Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.

- Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.

- Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama

D. Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

E. Pemindahan.
Cara pemindahan :
- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
- samakan suhu pada kedua kolam
- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 - 7 cm, 7 - 9 cm dan 9 - 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.


MANAJEMEN PAKAN LELE

Pakan anakan lele berupa :
- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 - 4 hari.
- Pakan buatan untuk umur diatas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

MANAJEMEN AIR

Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
- air harus bersih
- berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 - 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan.

TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang.

Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

MANAJEMEN KESEHATAN

Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain.

Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

Membuat Pakan Ikan Lele Apung Lebih Cepat Besar

September 04, 2017 1 Comment
Cara membuat pakan ikan lele apung  - Untuk anda yang saat ini sedang bergelut di bidang usaha peternakan khususnya pada peternakan ikan lele jangan lewatkan artikel ini yang akan membahas paparan mengenai cara membuat pakan ikan lele apung yang mempunyai banyak sekali manfaat untuk perkembangan lele anda . 

Membuat Pakan Ikan Lele Apung Lebih Cepat Besar


Terdapat banyak sekali keunggulan yang bisa kita dapatkan dari mengaplkasikan cara / metode pembuatan pakan ikan lele apung poa SOC - HCS ,untuk hewan ternak anda , yang mana salah satu keunggulan nya dapat menekan biaya perawatan ternak lele tersebut . 

Pembuatan pakan ikan lele apung pola SOC - HCS ini mampu berguna untuk meningkatkan plankton pada kotoran dan dapat mempercepat pertumbuhan ikan lele sekaligus mampu mempercepat masa panen ikan lele tersebut . 

Metode pembuatan pakan ikan lele apung ini telah banyak diaplikasikan oleh mereka para pengusaha lele dan hasilnyapun sangat memuaskan , nah maka dari itu saat ini banyak orang yang mencari informasi mengenai cara membuat pakan ikan lele apung tersebut . 

Lantas bagaimana cara membuat pakan ikan lele apung ? apakah suli atau mudah ? Caranya sangat mudah kok anda pasti bisa membuatnya , adapun untuk info selengkapnya mengenai cara membuat pakan ikan lele apung ada di bawah ini .

Ingin tau cara membuat pakan ikan lele apung ? Yuk lihat caranya dibawah ini


Membuat Pakan Ikan Lele Apung Lebih Cepat Besar

Cara Membuat Pakan Apung Ikan Lele
Tepung ikan bahan pembuatan pakan ikan lele apung
Cara membuat pakan ikan lele apung 

Untuk cara membuat pakan ikan lele apung ,kita memerlukan beberapa bahan-bahan untuk pembuatan pakan tersebut , adapun untuk bahan-bahan yang diperlukan tersebut diantaranya seperti di bawah ini 

Bahan pembuatan
  • Feses / kotoran ternak ( kotoran ternak yang dipilih harus dari ternak yang sudah diberikan pakan fermentasi soc sebelumnya ) gunakan sebanyak 30 %
  • Bekatul dan dedak sebanyak 25 %
  • Tepung ikan sebanyak 10%
  • Ampas tahu sebanyak 15 %
  • Terasi yang sudah di rebus hingga mendidih sebanyak 10%
  • Sisa sayuran sebanyak 5%
  • Gula pasir
  • Dan yang paling penting suplemen organik SOC *Untuk mendapatkan SOC anda bisa lihat di bawah artikel

 Cara Pembuatan Pakan Apung Ikan Lele


Setelah mendapatkan semua bahan pembuatan diatas , sekarang Untuk cara pembuatan pakan ikan lele apung anda bisa melihat dengan seksama langkah demi langkah pembuatan nya dibawah ini

*sebelum proses pembuatan dimulai , larutkan dulu 2 sendok gula pasir + air secukupnya dan larutan SOC sebanyak 1 tutup botol untuk pembuatan 10 kg diamkan selama 15 menit

  • Siapkan tempat pembuatan bisa pada terpal ataupun alas plastik
  • Setelah tempat pembuatan siap , masukan satu persatu bahan ke dalam tempat pembuatan mulai dari kotoran ternak,bekatul ampas tahu,tepung ikan,dedak,sisa sayuran dan terasi dan bulu ayam
  • Setelah semuanya teratata di pada tempat pembuatan , sekarang anda siram semua bahan tadi dengan larutan SOC+AIR+GULA yang tadi telah dilarutkan selama 15 menit 
  • Setelah itu aduk semua bahan hingga merata, setelah bahan diaduk , masukan ke dalam tempat yang kedap udara , bisa pada tong besar , pada plastik pokoknya harus kedap akan udara 
  • Setelah bahan dimasukan ke dalam tempat yang kedap udara , proses fermentasi pembuatan pakan ikan lele apung sedang berlangsung , tunggu kurang lebih sampai 1 hari  /24jam
  • Setelah menunggu hingga 24 jam , sekarang anda buka tempat fermentasi tadi dan giling hasil fermentasi dengan penggilingan pembuatan pellet ikan , kalo tidak ada bisa menggunakan penggilingan daging .
  • Setelah bahan digiling , selanjutnya pakan di jemur hingga kering sebelum diberikan kepada ikan lele anda  , nah sekarang pakan ikan lele apung anda sudah jadi dan siap diberikan kepada ikan lele anda .


Cara Membuat Pakan Ikan Lele Apung
Proses penggilingan dan hasilnya

Cara pemberian pakan ikan lele apung


Untuk cara pemberiannya sama dengan pemberian pakan ikan biasa yakni dengan memberikan nya langsung kepada lele anda , lakukan ini secara rutin setiap hari agar bisa lebih cepat mendapatkan lele yang berkualitas.

Keuntungan melakukan metode pemberian pakan ikan lele apung

Beberapa keuntungan dapat kita dapatkan dari pemberian pakan ikan lele apung , yang mana beberapa manfaat tersebut diantaranya seperti : 
  • kandang ayam/ternak menjadi bersih
  • lebih hemat biaya 
  • pembuatan pakan dapat dilakukan sendiri 
  • perawatan lele yang sanagat gampang 
  • air kolam lele dapat di pakai untuk menyiram tanaman 
  • air kolam tidak berbau menyengat
  • lele lebih cepat besar


Nah itu tadi merupakan sekilas paparan mengenai bagaimana cara membuat pakan ikan lele apung , sangat mudah bukan cara untuk membuat pakan lele apung tersebut . Bagi anda yang ingin mengaplikasikan metode diatas kepada hewan ternak anda ,anda bisa membuat dari sekarang , dan ingat dalam pembuatan SOC wajib ada agar hasil yang didapat sesuai dengan harapan . 



Cara Meracik Pelet Buat pakan Lele Supaya Cepat Besar

September 04, 2017 Add Comment

ayobeternaklele.blogspot.com Pelet merupakan makan buatan untuk ikan yang digunakan untuk menambah nutrisi agar dapat berkembang maksimal. Dalam pembuatan pelet harus memiliki kandungan protein, lemak dan serat yang seimbang dan sesuai untuk perkembangan ikan. Ikan yang berusia 1-3 bulan membutuhkan protein 35-50% dan usia diatas 4 bulan ke atas memerlukan protein 25-40%.

Cara Meracik Pelet Ikan lele Syarat utama pelet buatan harus mengandung gizi tinggi, mudah diolah dan tidak mengandung racun, mudah diperoleh, harga terjangkau. Pelet biasa dibuat dengan bahan dedak atau bekatul, keong mas, ikan asin BS Super, daun pepaya, vitamin, konsentrat, ragi tempe. Berikut cara membuatnya.




Cara Pertama Pembuatan Pakan Lele Menggunakan Pelet

  • Ambil dedak, keong emas, vitamin, konsentrat dicampur menjadi satu dan aduk merata, kemudian ditambahkan dengan ragi tempe sebanyak 3 sdm atau 125 gram. Aduk perlahan dan merata.

  • Tutup adonan tersebut dengan rapat, diamkan semalaman agar proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik..
  • Pagi harinya, adonan fermentasi yang sudah didiamkan semalam dicampur dengan ikan asin dan daun pepaya yang telah digiling terlebih dahulu. Kemudian aduk merata.



  • Siapkan pencetak pelet, dan masukkan adonan. Pelet yang dihasilkan dipotong-potong berkisar maksimal 1,5 cm, kemudian keringkan.
  • Pelet tersebut kemudian dijemur hingga kering dengan menggunakan wadah yang lebar agar bisa kering semua, jemur dibawah sinar matahari langsung.
  • Pelet yang sudah kering ditempatkan di kantong plastik agar kedap air, kemudian simpan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik.

Cara Ke Dua Pembuatan Pakan Lele Menggunakan Pakan apung


Cara Meracik Pelet Buat pakan Lele Supaya Cepat Besar


Persyaratan bahan Pakan Pelet Apung

Sebenarnya membuat adonan pelet itu tidak sulit terutama pada pembuatan pelet yang biasa, tapi masalahnya pelet yang biasa pengolahannya itu sangat mudah sekali tenggelam.

Nah itu sebabnya Anda harus mengolahnya secara istimewa untuk pakan ikan yang bisa terapung. Penyebab pakan pelet ikan tidak bisa lama terapung di air itu karena bahannya yang belum komplek atau belum pas pada takarannya.

Biasanya terdapat pada bahan ikan yang dihaluskan itu belum cukup kering, ikan bekas yang dihaluskan itu ya sebaiknya harus benar-benar berbentuk tepung dan kering, cara pengerjaannya juga gampang, Anda tinggal menjemur ikannya itu seharian atau menggunakan bantuan mesin oven dan mesin penepung pelet.

Bahan pelet ikan alami merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral. Maka dari itu pelet ikan harus memenuhi beberapa syarat mutu yang dibutuhkan, antara lain:

Mengandung nilai gizi yang tinggi
Mudah diolah dan tidak mengandung racun
Harga yang murah dan terjangkau
Mudah diperoleh baik dari segi waktu maupun jumlah
Bukan merupakan makanan pokok manusia
Butirannya halus atau bisa dihaluskan



Keunggulan Pakan Terapung

Yang salah satu poin dalam membisnis yang terkait dengan ikan hidup terkait dengan jenis pakan. Ada beberapa jenis ikan yang masuk kedalam jenis pemakan permukaan dan ada pula yang makan di bagian bawah kolam. Dari hal perbedaan perilaku ini, perlu jenis ikan akan mempunyai pengaruh pada pemberian makanan yang efektif. Walaupun demikian, bukan berarti anda perlu menuruti sifat alami ikan.

Hal yang perlu diingat bahwa pakan ikan mudah tenggelam yang menyebabkan penumpukan jika tidak habis dimakan. Untuk alasan inilah, pelet apung tetap lebih baik karena secara alami ikan lele yang lapar sekalipun akan memakan pakan yang terapung.

Syarat Bahan Dalam Pembuatan

Dalam hal ini dengan cara pembuatan yang biasa, setiap orang pastinya akan punya pelet yang murah bikinan sendiri, hal ini sayangnya pelet dasar ini biasanya susah untuk mengapungnya. Dalam demikian ini tidak lepas dari bentuk bahan yang akan dipilih. Untuk pelet apung, setidaknya semua bahan sudah berbentuk bubuk atau tepung. Yang apabila sebelumnya anda menggunakan ikan sisa biasa yang sudah dihaluskan, anda perlu membuatnya menjadi tepung ikan. 

Untuk cara membuat tepung ini sebenarnya mudah, pada ikan dapat dijemur terlebih dahulu atau dengan menggunakan oven, lalu kering ikan kemudian dihaluskan dengan bantuan mesin penepung.


Proses pembuatan Pakan Apung
Dalam hal ini langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pembuatan pakan ikan terapung yaitu:

  • Dengan memasukan bahan yang bersifat perekat terlebih dahulu.
  • Kemudian masukan bahan seperti tepung tapioca dengan pemakaian sekitar 10% hingga 20% dari total campuran pakan total.
  • Lalu tambahkan air secukupnya supaya dapat mengikat adonan lainnya.
  • Untuk bahan alternatif bisa juag dipakai seperti tepung gaplek dan tepung onggok.
  • Kemudian masukkan bahan sumber protein utama seperti tepung ikan minimal 20% dari total campuran pakan total.
  • Atau tepung ikan juga bisa diganti dengan tepung kepala udang, tepung tulang maupun tepung jeroan.
  • Kemudian masukkan bahan pelengkap lainnya seperti dedak halus maksimal sebanyak 30% dari total campuran pakan total.
  • Apabila memakai bungkil kedelai dapat dengan konsentrasi maksimal 40%.
  • Untuk pelengkap lainnya seperti minyak ikan maksimal 10% dari total campuran pakan total. Atau bisa juga ditambhakan 1% hingga 2% kalsium karbonat atau kapur dan juga sekitar 1% hingga 3% vitamin B komplek dan vitamin lainnya.
  • Selanjutnya dari semua bahan ini kemudian dimixer selama 10 menit samapi benar-benar rata. Dan kemudian campuran ini diolah dengan menggunakan mesin ekstruder sistem kering, yang secara otomatis pelet yang akan dihasilkan sudah dalam keadaan kering dan memiliki sifat paka apung.
Penggunaan Pada Mesin Ekstruder

Agar dapat menghasilkan pakan-pakan yang dapat mengapung, homogenitas bahan campuran dan peranan mesin ekstruder sangat besar. Untuk alasan ini jangan pernah mencampurkan bahan yang tidak diolah dulu ke dalam bentuk tepung. Hal ini akan menggangu proses pencampuran, kalaupun dipaksakan, biasanya akan sulit dihasilkan pori-pori udara dalam campuran. Yang hasilnya ialah pakan kering yang tidak dapat mengapung.

Hingga saat ini ada yang dapat membuat pakan apung tanpa bantuan mesin ekstruder. Dengan bantuan mesin ekstruder, membuat pakan lele sendiri yang dapat terapung relatif mudah. Pakan buatan ini akan menjadi alternative murah bersama pakan organik yang ada dikolam.

Demikianlah pembahasan mengenai "Cara Meracik Pelet Buat pakan Lele Supaya Cepat Besar” semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Cara Memberi Pakan Bibit lele Yang Baik

September 03, 2017 Add Comment

Cara Memberi Pakan Bibit lele Yang Baik

Pakan Alami Memelihara Bibit Lele - Pakan bibit lele alami adalah pakan yang terdapat dimana ikan itu berada, apakah di kolam, di sungai, di waduk. Pakan alami biasanya berupa plankton hewani maupun nabati. Plankton hewani biasanya berukuran sangat kecil dan sangat cocok untuk benih bibit lele dumbo, misalnya protozoa (ciliata, arcella, diffugia, vrticella).

Bangsa cacing misalnya anguillula, chatonotus, bangsa udang kecil bosmeria, rotifera, nauplius, sert kutu air, artemia, jentik nyamuk, alga, cacing tubifek dan lainnya.

Meskipun pakan alami selalu tersedia, namun lambat laun akan habis dan jika hanya mengandalkan pakan alami, pertumbuhan lele akan sangat lambat.

pakan alami berupa plankton bersifat sebagai pelengkap sebenarnya dan pakan ini bisa ditumbuhkan dengan cara pemupukan kolam dan pengapuran pada saat membuat kolam atau pemupukan massal.

Pakan alami yang biasanya hidup di kolam berupa jenis udang kecil dan cacing.

Untuk jenis pakan alami tidak membutuhkan campur tangan pemelihara, kecuali pemberian pakan tambahan dan pakan buatan. Supaya pemberian pakan lebih efektif dan efisien,

Info Penting : Cara Beternak Lele Yang Baik Dan menghasilkan 

berikut cara pemberian pakan bibit ikan lele yang baik:


  •  Pemberian pelle yang ideal sebanyak 3-5% dari total bobot lele di kolam. Artinya, jika bobot lele 100 kg, berarti pakan yang harus diberikan kisaran 3-5 kg per hari.



  • Pemberian tersebut berdasarkan perkiraan pengalaman sehari-hari, dan ternyata lebih efektif dan efisien. Dan semakin lama semakin berpengalaman kemudian tahu kebutuhan yang ideal pakan untuk budidaya dalam waktu sejak penebaran benih hingga panen.



  • Pemberian pakan pellet sebaiknya diberikan secara teratur, sehari bisa 2 atau 3X pemberian. Misalnya setiap pagi jam 8 dan sore jam 4 yang bertujuan agar pada saat pemberian pakan, ikan benar-benar sudah lapar.




  • pemberian pakan juga harus disesuaikan dengan umur lele. Untuk benih dari larvasampai umur 15 hari sebaiknya hanya diberi cacing sutera saja (cacing tubefik) bentuk lembut dan warnanya merah, sehingga pas dengan mulut bibit ikan lele.



  • Bila sudah berumur 15 hari, sudah bisa diberikan pakan lembut yaitu udang, atau jika diberikan pellet, harus yang bentuknya lembut, pemberian pakan berupa udang kira-kira umur 1 1/2 bulan.



  • Setelah umur 1 1/2 bulan boleh diberikan pellet yang butirannya sudah agak besar.



  • Pakan tambahan berupa belatung, ulat dari kotoran ayam, ulat daun pisang, bangkai ayam, diberikan untuk lele dumbo yang sudah benar-benar dewasa, di atas umur 1 1/2 bulan.



  • Untuk induk lele, perlu sekali diberikan pakan tambahan berupa cincanga belut, cincangan bekicot, udang, setidak-tidaknya satu minggu sekali, supaya menghasilkan telur dan benih yang banyak dan berkualitas. Pakan berupa pellet bila perlu 3X sehari.



  • Pemberia pakan berupa pellet diusahakan direndam dulu supaya lunak, dengan demikian mencernanya lebih mudah bagi lele, dan akan cepat lapar. Karena cepat lapar harus sering diberikan pakan, dan akibat sering diberi pakan maka lele akan cepat tumbuh besar, sehingga waktu panen lebih cepat.

Demikianlah sedikit penjelasan ini Tentang Cara Memberi Pakan Bibit lele Yang Baik semoga bemanfaat dan selamat mencoba untuk memelihara semua jenis ikan air tawar khususnya ikan lele.