Loading...
Showing posts with label Lele Sangkuriang. Show all posts
Showing posts with label Lele Sangkuriang. Show all posts

Cara Membedakan lele dumbo dengan lele sangkuriang

October 01, 2017 Add Comment
Ikan lele dumbo sudah terkenal sejak lama, namun kemudian muncul iken lele jenis baru yang diberi nama lele sangkuriang. Namun, ada kaitan antara kedua varietas ikan lele tersebut. Orang-orang menyebutkan bahwa jenis ikan lele sangkuriang adalah varietas baru yang tidak lain adalah dihasilkan dari varietas lele dumbo sebagai induk persilangannya. Apapun itu, yang akan saya bahas kali ini adalah tentang 4 perbedaan lele dumbo dengan lele sangkuriang yang perlu anda tahu. Bila kita mengetahui perbedaan lele dumbo dengan lele sangkuriang, siapa tahu kita juga akan mengetahui kaitan apa yang ada diantara kedua jenis lele yang sama-sama unggulan tersebut. Tanpa basa-basi, berikut ini adalah 4 perbedaan lele dumbo dengan lele sangkuriang yang perlu anda tahu.

Cara Membedakan lele dumbo dengan lele sangkuriang

Perbedaan lele dumbo dengan lele sangkuriang


Dilihat Dari Asal-Usulnya

Jenis ikan lele dumbo adalah varietas lele yang diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1985 dari Taiwan. Sedangkan jenis ikan lele sangkuriang adalah varietas baru yang dihasilkan dari perkawinan silang induk ikan lele dumbo. Lele sangkuriang ini dibuat oleh Departemen Kelautan dan Perikanan pada tahun 2004. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa jenis ikan lele sumbo ini bagaikan sebagai nenek moyang ikan lele sangkuriang.

Dilihat Dari Ukuran Tubuhnya

Ketika dibandingkan oleh pihak yang melakukan penelitian, rupanya ikan lele sangkuriang memiliki tubuh yang lebih panjang dibandingkan jenis ikan lele dumbo. Hal tersebut menjadi kabar gembira bagi peneliti karena mereka telah berhasil mengembangkan lele dumbo salah satunya dengan munculnya varietas lele sangkuriang tersebut.

Dilihat Dari Pertumbuhannya

Lagi-lagi kabara baik bagi para peneliti. Karena  selain berhasil menciptakan varieatas lele dengan panjang tubuh yang lebih panjang, rupanya pertumbuhan ikan lele sangkuriang juga lebih pesat jika dibandingkan dengan ikan lele dumbo. Tak hanya itu, lele sangkuriang ini juga memiliki kekebalan tubuh yang baik sehingga tahan terhadap penyakit. Jadi, ketika ikan lele dumbo dapat dibudidayakan di air keruh, lele sangkuriang ini dapat dibudidaya di air yang lebih keruh lagi.

Dilihat Dari Daging Yang Dihasilkan

Jika dilihat dari daging yang dihasilkan, daging ikan sangkuriang memiliki tekstur yang lebih lembek jika dibandingkan dengan daging ikan lele dumbo.

Itulah keempat perbedaan lele dumbo dengan lele sangkuriang yang dapat saya tulis pada artikel ini. Meskipun kualitas ikan lele dumbo adalah dibawah ikan lele sangkuriang, tetapi saat ini lele dumbo masih menjadi jenis lele yang banyak disukai pembudidaya. Mungkin karena sudah saking lamanya dibudidayakan di Indonesia, jenis ikan lele dumbo ini masih disukai banyak pembudidaya. Dan karena masih varietas baru, lele sangkuriang ini masih kalah tenar dibandingkan dengan kredibilitas lele dumbo, sang nenek moyangnya.

Sumber Urbanina.com

Rahasia Ternak Lele Sangkuriang Dengan Keuntungan Berlipat-Lipat

October 01, 2017 Add Comment
Rahasia Ternak Lele Sangkuriang Dengan Keuntungan Berlipat-Lipat


Tips Lengkap Ternak Lele Sangkuriang- Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele sangkuriang berkembang pesat dikarenakan :

1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi,
2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat,
3) pemasarannya relatif mudah dan
4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985.

Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas.

Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).

Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele Sangkuriang. Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele sangkuriang tergolong omnivora.

Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Lele Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama "Lele Sangkuriang".

Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6).

Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985.

Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m - 800 m dpi.

Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi.

Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.

Budidaya lele sangkuriang, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.

Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yang baik untuk

pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:


a. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. b. pH air yang ideal berkisar antara 6-9. c. Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.

Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2.

Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik).


Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran.

Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki.

Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk "L" mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.

Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan lele sangkuriang jangan ada yang lolos keluar/masuk.

Pelaksanaan BudidayaSebelum benih ikan lele sangkuriang ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:a. Persiapan kolam tanah (tradisional). Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya.

Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran.

Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor). Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele sangkuriang) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).

Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam.

Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.

Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.

Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring
Kemudian dilakukan pengisian air kolam.
Kolam dibiarkan selama 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.

b. Persiapan kolam tembok

Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.

c. Penebaran Benih

Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih.

Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam.

Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih lele sangkuriang yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.

d. Pemberian Pakan

Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele sangkuriang perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam.

Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.

e. Pemanenan

Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm.

Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele sangkuriang akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit.

Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah lele sangkuriang dapat ditangkap atau diangkat.

Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum lele sangkuriang tersebut diangkut untuk dipasarkan.

Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang .- Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.

Cara Cepat Pembesaran Lele Sangkuriang Agar Lebih Untung Banyak

September 28, 2017 Add Comment
Cara Cepat Pembesaran Lele Sangkuriang Agar Lebih Untung Banyak


beternaklele.net .- Usaha Pembesaran Lele Sangkuriang Dapat untung besar sudah menjadi harapan setiap pembudidaya, termasuk dalam usaha pembesaran. Dengan keuntungan tersebut, mereka dapat menikmati hasil jerih payahnya, sekaligus dapat menambah skala usahanya.

Namun harapan tak mungkin terwujud tanpa upaya yang jelas dan terarah. Untuk mewujudkan harapan itu, UF-two yang mencoba menyumbangkan sedikit sumbangan pemikiran.

Menggunakan kolam yang ideal

Kolam pembesaran lele, termasuk lele sangkuriang tidak perlu seluas kolam pembesaran ikan mas dan nila. Kolam seperti itu sangat menyulitkan lele dalam mendapatkan pakan tambahan.

Kolam pembesaran lele cukup seluas 20 m2 saja. Dengan kolam seluas itu dapat memudahkan lele dalam mendapatkan pakan tambahan. Di bagian mana saja ditebar, lele dapat menjangkaunya.
Kolam pembesaran lele juga tidak perlu aliran deras.

Aliran air seperti itu dapat mempercepat perubahan kondisi air. Sedangkan lele tidak suka perubahan yang cepat, apalagi airnya menjadi jernih. Dengan air seperti itu dapat menyebabkan serangan penyakit kulit atau borok.

Lele lebih suka pada air keruh. Bukan keruh karena lumpur, tetapi akibat pakan alami dan perubahan selama masa pemeliharaan.

Melakukan persiapan kolam yang baik 

Baca disini : Cara Membuat Kolam Terpal

Seperti untuk ikan-ikan lainnya, kolam pembesaran lele juga harus disiapkan sebelumnya. Karena sehabis masa pemeliharaan lalu, kondisi seluruh bagian kolam sudah kurang baik.

Persiapan kolam ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan hidup yang baik bagi lele, yaitu kolam yang memiliki ketinggian air konstan, dengan tingkat kesuburan yang tinggi dan terbebas dari hama dan penyakit.

Untuk kolam tanah, persiapannya meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pembuatan kemalir dan kobakan, perataan tanah dasar, pengapuran, pemupukan dan pengairan.

Untuk kolam tembok dan terpal cukup dengan pengapuran, pemupukan dan pengairan saja. Dua hari usai pengairan diberi probiotik. Pembuatan probiotik yang cocok untuk lele merupakan salah satu materi dalam pelatihan lele di UF-two.

Menggunakan benih yang berkualitas tinggi


Kualitas benih sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha pembesaran. Benih yang berkualitas tinggi dapat memberikan kehidupan yang baik, dengan tingkat pertumbuhan yang cepat dan tingkat ketahanan tubuh yang tinggi hingga setiap benih terhindar dari serangan penyakit.

Dengan keadaan seperti itu, maka masa pemeliharaan dapat lebih cepat dan tingkat kehidupannya juga lebih tinggi.

Untuk mendapatkan kualitas benih seperti itu tentu ada caranya. Cara yang praktis adalah dengan menggunakan induk yang berkualitas tinggi.

Setelah menjadi benih dilakukan seleksi, dengan memilih benih yang besar dan membuang benih yang paling kecil, kurang lebih 10 persen dari seluruh populasi. Namun itu hanya bisa dilakukan oleh pembudidaya yang melakukan pembenihan sendiri.

Lalu bagaimana dengan benih yang berasal dari pembudidaya lain, karena sejarah benih tersebut tidak diketahui. Memang sangat untuk mengetahui secara pasti, karena penjual benih pasti mengaku benihnya berkualitas baik.

Cara yang paling praktis adalah dengan melihat tanda-tanda tubuhnya, yaitu bertubuh normal, berukuran seragam, tidak loyo, kulit halus dan berwarna kebiruan atau tidak kuning.

Menggunakan pakan alternatif

Baca Disini Pakan Lele Terbaik Agar Tumbuh Cepat

Menggunakan pakan alternatif bukan berarti untuk keseluruhan pakan tambahan, tetapi hanya sebagai tambahan saja, misalnya 10 – 20 persen dari jumlah total. Penggunaan pakan alternatif ini bertujuan untuk menekan biaya produksi. Bila dijual dengan harga normal, keuntungan bisa lebih besar.

Dan bila dijual dengan harga rendah, akibat pengaruh pasar, masih mendapatkan keuntungan atau tidak rugi.
Memang sangat mustahil setiap pembudidaya dapat memproduksi pakan sendiri. Selain pengetahuan sangat terbatas juga memerlukan biaya sangat mahal.

Hanya ada salah satu cara, yaitu dengan menyediakan pakan alternatif. Berikut beberapa pakan alternatif yang bisa digunanan, diantaranya daging keong mas, kutu air dan cacing, telur yang tidak menetas campur dedak, ayam mati, limbah dapur dan bahan lain yang mudah didapat di daerah sekitar.