Loading...
Showing posts with label Kolam Lele. Show all posts
Showing posts with label Kolam Lele. Show all posts

Proses Awal Budidaya Ikan lele Sampai Dapat Panen Yang Maksimal

September 30, 2017 Add Comment

Cara Beternak Ikan Lele - Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.


Proses Awal Budidaya Ikan lele Sampai Dapat Panen Yang Maksimal

Pembenihan Ikan Lele

Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

Sistem Budidaya.

Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :

1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.

2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

Tahap Proses Budidaya Lele

A. Pembuatan Kolam.

Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.

Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.

Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk

Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan.

Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
- Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
- Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.

- Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.

- Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama

D. Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

E. Pemindahan.
Cara pemindahan :
- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
- samakan suhu pada kedua kolam
- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 - 7 cm, 7 - 9 cm dan 9 - 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.


MANAJEMEN PAKAN LELE

Pakan anakan lele berupa :
- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 - 4 hari.
- Pakan buatan untuk umur diatas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

MANAJEMEN AIR

Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
- air harus bersih
- berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 - 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan.

TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang.

Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

MANAJEMEN KESEHATAN

Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain.

Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Pemula

September 01, 2017 Add Comment
Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Pemula


ayobeternaklele.blogspot.com - Dalam pembuatan kolam terpal kamu harus membutuhkan rangka yang kuat. Fungsi dari Rangka ini adalah sebagai dinding penahan pada kolam. Bahan yang dapat digunakan sebagai rangka kolam terpal adalah seperti bambu, besi, baja ringan, ataupun batu bata. kamu juga dapat memadukan bahan pembuatan rangka kolam ini, agar tercipta estetika yang menarik dari kolam tersebut.

Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Pemula - Membuat kolam terpal untuk ternak lele dengan kombinasi rangka dari bambu tentunya sangat cocok bagi kamu yang masih pemula atau dalam tahap belajar. Kali ini admin akan menjelaskan cara membuat kolam terpal untuk berternak lele dengan luas lahan 2 x 4 meter, dengan penggunaan terpal berukuran 4 x 6 meter. Bambu yang kamu butuhkan dalam pembuatan kolam terpal untuk ternak lele sejumlah 10 biji atau 10 selonjor. Dengan panjang rata – ratanya sekitar 7 meter. Lokasi pembuatan kolam terpal untuk ternak lele pun tak perlu proses penggalian. Alas kolam terpal untuk ternak lele dapat langsung di atas lahan atau tanah.


Berikut Tahapan Cara Pembuatan Kolam Terpal Untuk Ternak Lele :

Cara Membuat Kolam Terpal Tahapan pertama proses atau cara membuat kolam terpal untuk ternak lele yaitu, potonglah bambu dengan panjang kurang lebih 2 meter serta 4 meter. Pemotongan bambu dilakukan dengan berdasarkan penyesuaian jarak kerapatan bilah pagar. Kekuatan konstruksi kolam kamu bergantung pada tingkat kerapatan bilah pagar tersebut, semakin rapat maka semakin kuat dan tahan lama kolam yang kamu buat.
Sebelum proses perangkaian atau dipaku, sebaiknya kamu meraut halus bambu yang telah dipotong. Hal ini bertujuan untuk mencegah kebocoran terpal akibat tusukan bagian bambu yang masih tajam. Ketika stok bambu kamu kurang, sebaiknya kamu memprioritaskan kerapatan bambu bagian bawah. Nantinya ke atas baru dibuat sedikit renggang, dengan batas debit air kolam. Tekanan air bagian bawahlah yang yang dapat membuat terpal menjadi bocor.

Langkah kedua cara membuat kolam terpal yaitu, sekarang kamu  buatlah pagar yang ukurannya 1 x 4 serta 1 x 2, masing–masing 2 buah. Perlu diingat nih, Pagar yang bagiannya halus posisinya di bagian dalam kolam dan bagian bilah pagar yang rapat diposisikan pada bagian bawah. Nah, Setelah penempatan bilah bambu yang sudah menjadi pagar, selanjutnya kamu membuat patok dari bambu yang telah kamu bagi tadi menjadi 2 bagian. Patok yang ditanam saya sarankan ditanam sedikit dalam sampai patok tak goyang.

Langkah ketiga cara membuat kolam terpal adalah penyatuan atau pengeretan pagar dan patok. Penguatan atau pengeratan dapat kamu gunakan paku dan ikatan dari tali. Untuk konstruksi maksimal dapat dilakukan keduanya yaitu dipaku terus diikat, ingat semakin banyak patok dan semakin dalam patok yang kamu tanam maka dinding kolam terpal untuk ternak lele kamu semakin kuat. Sebelum memasang terpal terlebih dahulu kamu memasang saluran pipa untuk saluran pembuangan kolam.

Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Pemula

Cara atau Proses pemasangan pipa saluran pembuangan air kolam terpal untuk berternak lele

Tujuan pemasangan pipa saluran pembuangan dalam kolam terpal yaitu untuk menguras atau mengganti air kolam, ataupun saat kamu melakukan pemanenan. Ukuran lubang saluran pembuangan dapat kamu sesuaikan dengan keinginan kamu, semakin besar lubang saluran maka semakin cepat pembuangan air didalam kolam. Selain sebagai saluran pembuangan, lubang tersebut dapat digunakan sebagai pengatur level ketinggian air di dalam kolam terpal.

Model saluran pembuangan pada kali ini mungkin akan berbeda dengan saluran pembuangan pada kolam terpal untuk ternak lele lainnya.

Bahan yang diperlukan:

Clamp / Klem, seperti ring atau bulat silinder dilengkapi screw sekrup yang fungsinya untuk dikencangkan maupun dikendorkan, bahan ini dapat kamu membelinya di toko bangunan maupun toko onderdil mobil.
Sediakan Pipa PVC/paralon berukuran 2 inci.
Penyambung pipa (Knee) berukuran 2 inci.
Ban dalam motor, untuk menghemat pengeluaran anda bisa gunakan ban dalam bekas yang karetnya masih bagus.

Alat yang dibutuhkan

Obeng yang sesuai screw sekrup
Pisau Cutter / Gunting
Tali
Spidol
Lem jika kamu membutuhkannya

Langkah kerja

Beri tanda pada bagian terpal yang akan kamu jadikan tempat saluran pembuangan menggunakan spidol. Setelah itu masukkan salah satu ujung knee dari luar ke dalam terpal. kamu perlu memastikan salah satu ujung knee menghadap ke arah pembuangan air.
Selanjutnya kamu mengikat terpal dan pipa pembuangan dengan menggunakan karet ban bekas yang sudah digunting. Pengikatan dilakukan serapi mungkin agar tak terlalu banyak lekukan terpal.
Pasang klem yang terbuat stanles agar tak mudah berkarat. Lalu, Klem dipasang pas bagian yang sudah diikat, dan jangan lupa, kamu mengeratkan menggunakan obeng.
Langkah selanjutnya, kamu membuka lubang yang sudah ditandai dengan menggunakan pisau cutter.
Selanjutnya pasang pipa pvc/paralon. Saran saya, Paralon yang akan dipasang di dalam kolam panjangnya kamu sesuaikan dengan tinggi debit air yang diinginkan. Pipa yang berada diluar kamu dapat sesuaikan panjangya hingga diluar kolam.

Itulah tadi cara membuat kolam terpal untuk ternak lele. Kedepannya kami arapkan semoga ternak lele kamu dapat sukses dan berkembang dengan pesat.

Via Youtube